Tahu Bah Kacung, Jl. Trunojoyo 59, Kediri

Tahu Bah Kacung, Jl. Trunojoyo 59, Kediri

Banyak pengunjung kota Kediri, Jawa Timur, yang sering bingung (dan sering “terkecoh”) ketika mencari tahu dan takwa (tahu kuning) yang tertua/terkenal di Kediri buatan Bah Kacung. Di kota ini bertebaran produsen tahu, dan beberapa “mencatut” nama Bah Kacung, akibatnya banyak pembeli yang kecewa. Mereka berlokasi di tempat-tempat yang lebih strategis daripada Bah Kacung yang asli, yaitu di Jalan Trunojoyo No. 59 Kediri.
Harga tahu di sini memang di atas rata-rata, namun rasanya dan kualitasnya tak tertandingi. Dibuat dari kedelai pilihan, dengan cara tradisional, tanpa pengawet (akibatnya hanya bisa bertahan selama 24 jam apabila tidak dipanasi lagi).

papan nama a

Tahu Bah Kacung mulai diproduksi pada tahun 1912 oleh Lauw Soen Hok, alias Bah Kacung, julukan yang diperolehnya sejak masih kanak-kanak (Kacung). Semula berlokasi di Jalan Jagalan (kini Jalan Pattimura). Tahun 1964 Bah Kacung meninggal dunia, dan pada tahun 1965 usaha ini dilanjutkan oleh salah satu putranya, Josef Seger Budi Santoso (Lauw Sing Hian), dengan lokasi berpindah ke Jalan Trunojoyo No. 59. Pada tanggal 31 Mei 2008 Pak Seger wafat, dan putranya, Alexander Herman Budiono, meneruskan usaha turun-temurun ini dengan tetap menjaga kualitasnya.

map_a